MOTIVASI DIRI SENDIRI

Sukses adalah keinginan tiap orang, ada satu hal penting dalam meraihnya, yaitu motivasi. Motivasi dapat membuahkan kedisiplinan, keuletan dan lain-lain. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri maupun dari luar individu. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang. Untuk lebih memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori motivasi, tapi dalam pembahasan kali ini saya memaparkan salah satu dari teori motivasi tersebut, yaitu: Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan).

Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan)

Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.

Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.

Teori Harapan (Expectancy Theory) mempunyai 3 komponen, yaitu: Harapan, Nilai (Value), dan Pertautan (Instrumentality).

1. NILAI (Valence)

Setiap bentuk insentif punya nilai positif atau negatif bagi seseorang. Juga apakah nilai itu besar atau kecil bagi seseorang.

Contoh : Seorang karyawan mendapatkan suatu penghargaan dari perusahaan dengan diberikan plakat, karena bakti kepada perusahaan selama sekian tahun. Tetapi, dampak negatifnya dapat membuat kecemburuan social terhadap karyawan lain. plakat hanya berupa sebuah pajangan yang mempunyai nilai kecil hanya untuk kepuasaan pribadi tidak bias dikomersilkan

2. INSTRUMENTALITAS

Adanya hubungan antara pekerjaan yang harus dilakukan dengan harapan yang dimiliki. Jadi jika pekerjaan dilihat bisa merupakan alat untuk mendapatkan apa yang diharapkan timbullah motivasi kerja.

Contoh : seseorang mengikuti sebuah lembaga multi level marketing (MLM) dengan mengharapkan keuntungan yang berlimpah, karena bila mengandalkan insentif dari perusahaan tidak cukup memadai sebab bisnis MLM ini cukup menjanjikan.

3. PENGHARAPAN

Persepsi tentang besarnya kemungkinan keberhasilan mencapai tujuan/hasil kerja.

Contoh: seorang karyawan mendapatkan insentif lebih bila melakukan kerja lembur.

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika kita memiliki motivasi yang kuat dalam diri kita sendiri. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali untuk menggapai apa yang kita cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.

Motivasi diri berawal dari dorongan keyakinan dalam diri sendiri untuk menang. Ini dibentuk oleh cita-cita dan impian besar yang akan memotivasi saya untuk meraihnya. Misalnya, pada saat saya dibayang – bayangi kecemasan dan ketakutan akan menghadapi masa depan yang buruk, maka saya akan berusaha mencoba mengatasinya dengan meningkatkan keyakinan diri bahwa saya mampu mencapai hidup yang lebih baik. Dengan rasa ketakutan tadi, dimulai dari sekarang saya terus menanamkan pada diri sendiri dengan terus berusaha dan belajar terus bila ingin mendapatkan hasil yang baik. Karena pada dasarnya, tidak ada yang dapat kita raih jika kita terus berusaha keras. Dan sebaliknya, jika kita berhenti untuk berlatih dan berusaha maka kita akan mengalami kegagalan.

Saat ini, motivasi saya meneruskan kuliah ke jenjang S1 adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi, mendapatkan gelar, mendapatkan prestasi yang memuaskan (lulus dengan nilai yang baik), bisa membanggakan dan membahagiakan orang tua saya. Motivasi saya juga timbul karena rasa bersyukur kepada Allah SWT, bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup saya, saya mempunyai kesempatan untuk melanjutkan kuliah sampai ke perguruan tinggi, pengalaman yang telah saya dapatkan, orang – orang yang memperhatikan saya, ini semua sangat saya syukuri dan hargai, dan hal inilah yang mendorong untuk mencapai tujuan saya selama ini.

Motivasi adalah sesuatu yang dapat menumbuhkan semangat Anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, Anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga Andapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup Anda.

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, Anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika Anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiap masalah, maka Anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan Anda.

Sumber:

http://www.resensi.net/Kumpulan Cerita Motivasi _ Artikel Motivasi.htm)

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: